Deliserdang - Deli Serdang kini darurat RT/RW Net bodong. Berkedok “WiFi murah”, oknum meraup jutaan rupiah per bulan tanpa izin. Praktik ini diduga kuat dilindungi oknum aparat.  

Ini pemandangan di Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. 29 April 2026. Kabel jaringan telekomunikasi bergelantungan bebas di tiang listrik PLN. Pemasangan masif ke rumah warga, tanpa izin Kominfo, tanpa kerja sama dengan PLN.  

Masuknya Starlink dan gencarnya Indosat HiFi Air dimanfaatkan oknum. Modusnya semakin canggih. Tidak perlu menarik kabel panjang. Cukup satu kit Starlink, dijual ke puluhan rumah.

Tim wartawan mengungkap tiga modus utama.  

Pertama, Starlink Residensial dijual ecer. Modal satu kit 4,6 juta rupiah, langganan 750 ribu per bulan. Dipancarkan pakai antena Ubiquiti dari tower 15 meter ke 20 rumah. Bayar 200 ribu per rumah. Omzet 4 juta, laba bersih 3,2 juta per bulan.

Kedua, sistem voucher. Satu Starlink plus Mikrotik disulap jadi hotspot. Voucher dijual di warung. 2 ribu rupiah 3 jam, 50 ribu sebulan.

Ketiga, nebeng tiang PLN Tanpa izin, tanpa bayar sewa. Aktivitas kasat mata ini berjalan mulus. Dugaan pembiaran menguat.

Praktik ini sudah menyebar ke Batang Kuis, Hamparan Perak, Pantai Labu, hingga Medan Marelan. Ciri wilayahnya sama: blankspot ISP resmi, sinyal sering RTO. Warga butuh internet, tapi dijebak ke layanan ilegal.

Perlu diketahui, Pemakaian wifi ilegal Risikonya tidak main-main.