Dairi - Kunjungan Wartawan mendapat penolakan dari pihak SMA Negeri 1 Pegagan hilir Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, penolakan ini menimbulkan dugaan pihak Sekolah sengaja menutupi informasi Sekolah khususnya menutupi informasi penggunaan anggaran yang sudah digelontorkan oleh negara.
Kunjungan tim wartawan kali ini hanya disambut oleh penjaga sekolah (Security), Security ini langsung meminta wartawan untuk menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) setiap Pers yang berkunjung.
Setelah tim Wartawan menunjukkan KTA nya masing-masing, Bendahara Sekolah bermarga Sigalingging datang menemui Wartawan, Sigalingging ini menyampaikan bahwa kepala sekolah saat itu tidak bisa ditemui, Ia meminta Wartawan untuk kembali.
Dana Bos tahun 2025 tahap I diduga tidak dilaporkan total, Kepala Sekolah SD 030294 Sigalingging tolak konfirmasi wartawan
Mendapat pernyataan Bendahara tersebut, tim wartawan mencoba menghubungi kontak Kepala sekolah Andri Tohap Hamonangan Simamora untuk melakukan konfirmasi, namun hingga berita ini diturunkan, Kepala sekolah belum ada jawaban.
Perlu diketahui, kunjungan tim Wartawan di SMA Negeri 1 Pegagan Hilir kali ini adalah untuk melakukan konfirmasi terkait adanya dugaan penyimpangan dan pemahaman anggaran Dana Bos selama bertahun-tahun.
Perlu peran dan tindakan serius Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Inspektorat Dairi, Kejari Dairi untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Sekolah SMA Negeri 1 Pegagan Hilir Kabupaten Dairi, dimana Sekolah ini untuk setiap tahunnya menerima dana Anggaran Dana Bos miliaran rupiah.
Sebagai bahan perhatian, perlu kami menyampaikan informasi anggaran dana Bos untuk pert tahun 2025 yang dihimpun dari sumber yang dipercaya antara lain:
Anggaran Dana-Bos 2025, perkembangan perpustakaan Rp. 88.218.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 2.050.000 kegiatan asesmen evaluasi pembelajaran Rp. 25.956.000, Administrasi kegiatan sekolah Rp. 62.733.200.
Berlangganan daya dan jasa Rp. 15.720.000, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah' Rp. 131.252.800, menyediakan alat multimedia pembelajaran Rp. 91.500.000, pembayaran kehormatan Rp. 85.800.000, anggaran Tahap pertama jumlah total Dana Rp 503.230.000 .