Dairi - Orang tua mengeluh, Sohot Simare mare Kepala Sekolah SD Negeri 034789 Desa Ujung Teran Dusun Mataniari masuk sebulan sekali, siswa / i sering digabungkan dalam satu kelas karena guru juga diketahui jarang masuk. 

Atas laporan orang tua tersebut, tim wartawan mencoba mengunjungi Sekolah SD Negeri 034789, dan benar mendapati kepala sekolah tidak ada di kantornya, bahkan yang lebih mengagetkan tim wartawan, tim wartawan hanya mendapati guru yang hadir mengajar hanya dua orang. 

Dua orang guru yang hadir dan berdiskusi dengan wartawan tersebut diantaranya, Guru olahraga Kenni Karo Karo dan guru agama Islam Serah boru Sitohang. Kedua guru ini akhirnya menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan untuk mengajar sekaligus. 

Kepada wartawan, kedua guru menyampaikan kepada wartawan, bahwa fakta kehadiran guru untuk setiap harinya sesuai dengan apa yang dilihat oleh tim wartawan hari ini, mereka juga menyarankan wartawan untuk bertanya langsung ke masyarakat atau orangtua siswa, dimana orangtua semua mengetahui kehadiran kepala Sekolah dan guru. 

Tim wartawan mencoba menghubungi Kepala Sekolah Sohot Simare mare melalui konta telepon selulernya, setelah beberapa lama kemudian kepala Sekolah tersebut datang menemui wartawan di sekolah. 

Setelah bertemu dengan kepala Sekolah Sohot Simare mare, tim Wartawan mencoba konfirmasi terkait sistem pengajaran yang ada di SD Negeri 034789 , Kepala Sekolah diam seribu bahasa tanpa ada tanggapan berarti. 

Mengetahui kepala sekolah dan guru guru jarang masuk, tim wartawan menyoroti penggunaan dan pengalokasian anggaran Dana Bos Rp 43 juta rupiah yang diterima setiap tahunnya di SD Negeri 034789 ini, Kepala sekolah kembali diam dan melontarkan senyum ke wartawan. 

Jarang masuknya Kepala sekolah dan guru guru untuk menerapkannya sebagai ASN dan tenaga pendidik menimbulkan pertanyaan serius, bahwa anggaran dana BOS puluhan juta yang diterima setiap tahunnya diduga terjadi pengantar dan tidak sesuai pada fungsinya. 

Bendahara Sekolah Ontapian boru Simare mare yang juga sebagai anak kandung kepala sekolah ini juga diketahui jarang masuk, dana puluhan juta yang sudah digelontorkan oleh negara diduga kuat menjadi ajang permainan praktik korupsi menyuburkan diri sendiri.