Deliserdang - Tidak adanya tanggapan konfirmasi dari SMA Perguruan Sumatera terkait dokumentasi pemotongan dana administrasi PIP sebesar Rp 150.000 dan potongan Rp 50.000 untuk Bank BNI yang mencairkan, akhirnya DPD MOSI ( Media Organisasi Siber Indonesia) menyurati Kapolda Sumut, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara. 

Sebelumnya diketahui SMA Perguruan Sumatera diduga melakukan pungli dengan pemotongan dana PIP setiap Murid, pernyataan pemotongan dana PIP tersebut dilakukan langsung oleh salah satu guru yang diduga mendapat komando dari Kepala Sekolah Roduma Sitohang. 

DPD MOSI Sumatera Utara bahkan sudah pernah mendatangi Sekolah SMA Perguruan Sumatera untuk permohonan konfirmasi/Klarifikasi, namun hingga berita ini diturunkan, Pihak Sekolah SMA Perguruan Sumatera terkesan dan menghindar untuk memberikan konfirmasi terhadap media awak. 

Bahkan yang menjadi pertanyaan besar masyarakat dan awak Media, Pihak SMA Perguruan Sumatera Utara diketahui sudah melakukan klarifikasi secara sepihak langsung ke Dinas Pendidikan Wilayah 1 Sumatera Utara tanpa melibatkan DPD MOSI Sumatera Utara selaku pemohon konfirmasi. 

Klarifikasi yang dilakukan oleh pihak SMA Perguruan Sumatera dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara wilayah 1 ini terkesan tertutup dan diduga sengaja dilakukan untuk menutupi dugaan maksudnya dengan melakukan praktik pungli ( Pungli) pemotongan dana PIP dengan modus pemotongan administrasi. 

Pihak BNI cabang Kualanamu sebelumnya kepada tim wartawan telah menyampaikan, akan melimpahkan kasus yang membawa atau mengatasnamakan BNI cabang Kualanamu secara resmi ke hukum hukum Bank BNI. 

Ketua DPD MOSI Sumatera Utara menyampaikan sangat menyayangkan sikap kepala Sekolah SMA Perguruan Sumatera, yang tidak bersedia memberikan klarifikasi/Konfirmasi kepada DPD MOSI.

Ia jugan menyayangkan keprofesionalan Dinas Pendidikan wilayah 1 Sumatera Utara yang hanya menerima klarifikasi secara sepihak dari pihak SMA Perguruan Sumatera tanpa melihat secara menyeluruh laporan wartawan.

Ketua DPD MOSI Sumatera Utara, Rudi Hutagaol kepada wartawan meminta Kapolda turun tangan dengan dugaan melakukan Korupsi dengan persetujuan yang dilakukan oleh pihak SMA Perguruan Sumatera.