Medan -  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MOSI Kota Medan, Rudi Hutagaol, menyampaikan ucapan selamat sekaligus peringatan tegas kepada Camat Medan Deli yang baru dilantik, Muhammad Aidiel Putra Pratama, S.STP, M.Si.

Rudi Hutagaol berharap kepemimpinan Camat Medan Deli yang baru tidak hanya bersifat seremonial, namun benar-benar berani mengambil langkah nyata terhadap perusahaan-perusahaan yang selama ini diduga tidak menjalankan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar.

“Selamat atas jabatan baru Camat Medan Deli. Namun kami juga menaruh harapan besar agar dia berani menertibkan perusahaan-perusahaan nakal yang selama ini mengabaikan kewajiban CSR. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan sementara perusahaan meraup keuntungan,” tegas Rudi Hutagaol, Selasa (24/02/2026).

Menurutnya, dana CSR seharusnya menjadi hak masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri, terutama untuk membantu pembangunan lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan warga. Namun pada kenyataannya, masih banyak perusahaan di wilayah Kecamatan Medan Deli yang dinilai tidak transparan bahkan terkesan menutup mata terhadap kewajiban sosial tersebut.

“CSR bukan menyumbang secara sukarela, tapi tanggung jawab sosial perusahaan. Jika ada perusahaan yang sengaja tidak menyebarkan CSR, maka harus ditindak dan dievaluasi izinnya. Pemerintah kecamatan jangan takut pada pengusaha yang melanggar aturan,” katanya dengan nada tegas.

Rudi Hutagaol juga meminta agar Camat Medan Deli yang baru dapat membuka ruang pengaduan terkait masyarakat perusahaan-perusahaan yang tidak patuh, serta bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan pengawasan secara menyeluruh.

Selain persoalan CSR, ia menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik di Kecamatan Medan Deli yang dinilai masih perlu pembenahan serius. Ia menekankan agar aparatur kecamatan dan kelurahan bekerja profesional, cepat, dan tidak mengurus urusan masyarakat.

“Kami ingin Camat Medan Deli yang baru benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di balik meja. Ketegasan terhadap perusahaan nakal dan pelayanan maksimal kepada warga harus menjadi prioritas utama,” tutupnya.