Tapanuli Selatan — Bencana longsor kembali memakan korban di Parsikaman, Tapanuli Selatan, Kamis malam (27/11), sekitar pukul 23.22 WIB. Seorang wartawan, Budi Cahyono, bersama istri dan anaknya, dilaporkan terjebak dan hingga kini belum mendapat pertolongan memadai.

Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan material tanah dan batu menutup akses jalan. Saat kejadian, Budi dan keluarganya tengah melakukan perjalanan dari Tarutung menuju Sibolga. Namun, rute tertutup total oleh longsor, memaksa mereka berjalan kaki sejauh 31 kilometer kembali ke Tarutung dengan kondisi kelelahan, tanpa makanan maupun air bersih.

Situasi semakin genting karena komunikasi di lokasi bencana terganggu. Upaya keluarga Budi menghubungi sejumlah pihak termasuk kepada wartawan media ini

Berbagai pihak di hubungi oleh wartawan media lain berusaha untuk mendapatkan keterangan dari info yang dihimpun bahkan kiriman chat dari wartawan ( Budi ), memulai dari BPBD Sumut, BPBD Tapanuli Tengah, aparat kepolisian, hingga anggota DPRD, belum membuahkan keterangan dari pihak terkait 

bahkan menurutnya, ada puluhan orang dilaporkan meninggal dunia, namun jenazah belum dapat dievakuasi akibat akses yang tertutup dan minimnya peralatan. Ungkap Budi ke Wartawan media via group WhatsApp media 

Hingga Jumat pagi, lambannya respons penanganan dari sejumlah instansi menjadi sorotan publik. Kondisi para korban yang selamat, termasuk Budi dan keluarganya, dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan cepat, terutama logistik dan evakuasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat mendesak bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana serta memastikan respons cepat di daerah rawan longsor. Masyarakat berharap tindakan nyata segera dilakukan untuk menyelamatkan korban yang masih bertahan di tengah keterbatasan.( AHP )