Medan - Ketua Umum Anak Belawan Bersatu ( ABB ) Dedi Ainal angkat bicara terkait jalan Pelabuhan Raya yang hancur bertahun-tahun tanpa ada perhatian yang serius dari PT Pelindo dan Pemerintah Kota Medan.
Sementara aktivitas mobil truk kontainer dan mobil berat lainnya yang keluar masuk setiap harinya ke Pelabuhan Belawan melintasi Jalan tersebut , aktivitas yang sudah merusak jalan ini membuat para pengguna Jalan khusus nya Masyarakat kelurahan Bagan Deli yang ingin keluar rumah harus ekstra berhati-hati.
Menurut Dedi, 09/02/26, Mengingat sering terjadinya kecelakaan lalu lintas dan tidak sedikit kendaraan mengalami kerusakan , yang disebabkan oleh Jalan yang berlubang di sepanjang Jalan Pelabuhan Raya .
Ia juga menambahkan, dalam hal ini bukan saja PT Pelindo yang harus bertanggung jawab, tapi perusahaan besar yang ada di Belawan dinilai ikut bertanggung jawab atas kondisi jalan Pelabuhan Raya yang saat ini mengalami kerusakan.
Dalam keterangannya, Dedi menyampaikan beberapa perusahaan besar yang dinilai ikut berpartisipasi dalam kerusakan jalan di sepanjang jalan Belawan ini diantaranya, PT, Sinar Mas, PT, Musim Mas, PT. PHG, PT, Belawan Indah, PT SAN, dan Depo Penumpukan Container.
Masyarakat meminta PT Pelindo dan Pemko Medan memberikan kepercayaan dan wewenang kepada Masyarakat untuk mengelola dan memelihara perawatan jalan secara terbuka masyarakat, dengan ini akan menjadi peluang bagi kesejahteraan Masyarakat karena adanya peluang kerja bagi.
Masyarakat Belawan melalui Dedi ikut mengekstraksi uang yang selama ini dikutip oleh pihak PT Pelindo,. mulai uang sharing pelabuhan, uang pas, uang kebersihan dan kutipan lainya. Dari kutipan yang sudah dikumpulkan oleh pihak PT Pelindo belum menunjukkan adanya perawatan jalan yang berarti.
Pelabuhan Belawan adalah salah satu pusat aktivitas industri terbesar di Indonesia, Pelabuhan Belawan juga termasuk salah satu Pelabuhan Internasional yang seharusnya memiliki tanggung jawab besar dengan lingkungan khususnya dalam menjaga perawatan jalan.
Masyarakat juga menyampaikan kekecewaannya dimana PT Pelindo saat melaksanakan Reklamasi menimbun laut menjadi daratan untuk membangun Dermaga endometrium Container di Gabion Belawan dengan sangat cepat, dan tidak membutuhkan waktu lama, sementara jalan rusak yang ada di sepanjang jalan tidak terlihat penanganan yang serius.