Dairi - Kasus pelecehan dengan korban gadis remaja yang diduga dilakukan oleh oknum Bidan desa masih menjadi pertanyaan publik, dimana terduga pelaku dan korban diketahui saling lapor di Polres Dairi.

Kinerja Satreskrim Polres Dairi juga kini menjadi sorotan, dimana laporan dugaan kasus tersebut dimulai dari Januari hingga saat ini belum ada titik terang. 

Pihak korban selaku pelapor pertama mengaku kecewa terhadap satreskrim Polres Dairi, dimana proses penanganan laporannya belum ada perkembangan. Bahkan kekecewaan pihak korban bertambah dimana saat ini pihak polres Dairi terkesan lebih menangani laporan terduga pelaku. 

Pengakuan terbaru dari korban Kasus dugaan p3l3c3han yang terjadi terhadap gadis Remaja yang masih duduk di bangku SMA di Kabupaten Dairi, yang dilakukan oleh seorang oknum Bidan Desa kini menghebohkan publik. 

FS yang mengaku korban p3l3c3han oleh oknum Bidan Desa ini kepada wartawan mengatakan bahwa kejadian yang sebenarnya terjadi terhadap dirinya itu benar-benar dilakukan oleh LS yang berprofesi sebagai Bidan di Kabupaten Dairi. 

Ia juga menyampaikan bahwa adanya pemberitaan yang beredar di beberapa media yang menyebut bahwa pelaku sebenarnya adalah ayah angkatnya RD tidak benar. 

Dengan tegas FS juga menyampaikan bahwa LS adalah pelaku yang sebenarnya, dimana perbuatan yang sama juga dilakukan ketika dirinya kembali diajak ke Medan, di salah satu Hotel di Medan dengan alasan akan mengobati dan mengembalikan keperawanannya. 

Di Dalam Hotel yang ada di kota Medan FS mengaku mendapatkan perlakuan yang sama dari LS, yaitu dengan modus mengolesi minyak zaitun ke Badan korban, yang selanjutnya LS kembali beraksi dengan memasukkan jarinya ke alat vital korban. 

Dengan dua kali kejadian yang sama, FS mengaku trauma dan takut kepada oknum Bidan Desa LS. Tuduhan bahwa ayah angkatnya sebagai pelaku pelecehan tersebut menurut FS tidak benar, dimana saat ini ia masih memilih tinggal dengan ayah angkatnya RD.