Medan - Dugaan praktik Korupsi, Koalisi, dan Nepotisme (KKN) kembali mencuap di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Kali ini sorotan masyarakat mengintip pada proses tender kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-59 Tahun 2026, dimana dinilai banyak kejanggalan dan tidak transparan, Rabu, 15/April/2026.

Ketidaktransparan nya penyelenggara lelang tersebut, menunjukkan keanehan mencolok terlihat dari hasil lelang, dimana pemenang tender bukan berasal dari penawaran terendah, justru perusahaan dengan nilai penawaran mendekati Harga perkiraan sendiri (HPS) yang ditetapkan sebagai pemenang. 

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), PT Tiga Kaya Raya mengajukan penawaran sebesar Rp1.311.553.800. Namun, pemenang tender justru ditetapkan kepada PT Angsamas Ratu Tama dengan nilai Rp1.598.503.350, hanya sedikit di bawah pagu anggaran Rp1.599.940.900.

Lebih mengejutkan lagi, perusahaan pemenang tersebut berada di peringkat ke-8 dari total 29 peserta lelang.

Keputusan ini memicu memburuknya masyarakat. Banyak pihak yang menilai proses evaluasi tender terkesan tidak transparan dan diduga ditujukan untuk menggugurkan peserta lain.

“Sejumlah peserta disebut gugur karena alasan administratif dan teknis yang dinilai tidak substansial”, sementara tidak ditemukan penjelasan rinci dan rasional terkait penetapan pemenang.

“Ini bukan sekadar kejanggalan, ini sudah mengarah pada dugaan permainan tender. Pemenangnya seperti sudah dikunci dari awal,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan praktik tidak sehat ini semakin menguat dengan tersebarnya informasi mengenai adanya kedekatan antara perusahaan pemenang dengan lingkaran kekuasaan.

Bahkan, muncul isu yang menyebutkan adanya keterkaitan dengan kerabat pejabat penting di Sumatera Utara. Jika terbukti benar, hal ini dinilai sebagai bentuk nyata praktik nepotisme yang mencederai prinsip keadilan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

proyek-di-pidie-hingga-presiden-prabowo" class="baca-juga-card">
Marolop Daerah

Warga Adukan Dugaan Korupsi dan Mafia Proyek di Pidie hingga Presiden Prabowo