Silalahi - Dairi - Kinerja Camat Silahisabungan Kabupaten Dairi dipertanyakan, Iwan Saut Simarmata selaku Camat diketahui jarang berada di kantor nya untuk melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan nomor satu di Kecamatan Silahisabungan.

Berdasarkan informasi dari Masyarakat, tim Wartawan 17/12/25 mencoba berkunjung ke kantor Camat Silahisabungan, dan benar mendapati Camat Iwan Saut Simarmata tidak berada di kantor nya, bahkan Sekcam dan beberapa pegawai lainya juga diketahui jarang masuk. 

Lemahnya pengawasan dari BKPSDM Kabupaten Dairi diduga menjadi penyebab utama rendahnya disiplin kerja aparatur di Kantor Camat Silahi Sabungan. Camat beserta sejumlah pegawai ASN/PNS disinyalir jarang berada di kantor, sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan tidak optimal.

Hasil penelusuran tim awak media,mendapati kondisi kantor camat yang kerap sepi saat jam kerja. Beberapa pegawai tidak berada di tempat ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi. Situasi ini memperburuk citra pelayanan publik di Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi.

Padahal, disiplin kehadiran ASN telah diatur secara tegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, khususnya Bab II Pasal 4, yang menyebutkan bahwa PNS wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja.

Keberadaan ASN sebagai pelayan publik menuntut tanggung jawab dan komitmen tinggi. Aturan perizinan ketidakhadiran pun disertai sanksi yang jelas, mulai dari hukuman disiplin ringan hingga berat. Namun, realita di Kantor Camat Silahi Sabungan justru menunjukkan lemahnya penegakan aturan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Camat Silahisabungan Iwan Saut Simarmata melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan menuju Kota Medan untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).

Sementara itu, keterangan dari dua pegawai kecamatan yang ditemui tim media pada Rabu (17/12/2025) terkait keberadaan camat dan pegawai lainnya justru memunculkan tanda tanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, kuat dugaan bahwa camat, sekretaris camat, serta sejumlah pegawai lainnya jarang masuk kantor, bahkan disebut hanya hadir sekitar satu kali dalam seminggu.

Kondisi fisik kantor pun mencerminkan lemahnya manajemen internal. Sejumlah ruangan terlihat kosong, sementara halaman dan bagian depan kantor tampak dipenuhi rerumputan liar, menandakan minimnya perhatian terhadap kebersihan dan pemeliharaan kantor pemerintahan.