Dairi - Lagi lagi, Dunia Pendidikan di Kabupaten Dairi, menjadi sorotan dan perhatian serius Publik. dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Bos dan penyalahgunaan wewenang sudah sering menjadi topik pemberitaan di beberapa Media.
Penyalahgunaan anggaran dana bos yang melibatkan oknum Kepala Sekolah di beberapa Sekolah yang sudah terbukti melakukan tindakan korupsi , sudah mencoreng nama Dunia Pendidikan, yang diakibatkan oleh ulah para oknum yang tidak bertanggung jawab.
SD Negeri 030409 Lae Parira Kabupaten Dairi, salah satu Sekolah yang akhir akhir ini menjadi sorotan publik dan Masyarakat. Kepala Sekolah SD 030409 , Tiarli Sihombing diduga adanya penyalahgunaan anggaran dana Bos untuk mencari keuntungan pribadi.
Dugaan adanya penyalahgunaan anggaran dana Bos di SD Negeri 030409 ini diketahui ketika tim Wartawan bertemu langsung dengan kepala Sekolah Tiarli Sihombing.
Ketika tim wartawan mencoba melakukan konfirmasi beberapa poin pengalokasian Dana Bos, Beberapa penyampaian dari Kepala Sekolah diduga ada kejanggalan.
Salah satu konfirmasi terkait pengalokasian anggaran sarana dan prasarana di SD Negeri 030409 ini, Tiarli Sihombing menyampaikan bahwa pengalokasian anggaran dana bos untuk sarana dan prasarana tidak ada. terbukti dalam pantauan wartawan , lingkungan sekolah jauh dari kata perawatan / perbaikan.
Sedangkan menurut data yang didapat dari sumber yang dipercaya, SD Negeri 030409 untuk pertahun 2025 mencapai Rp 25.000.000 , belum lagi untuk anggaran dana bos untuk perpustakaan per tahun 2024 diketahui hampir mencapai Rp 40.000.000, dan beberapa poin pengalokasian patut dipertanyakan.
Tim wartawan juga sempat menyoroti anggaran dana bos yang sudah dialokasikan untuk tenaga Honorer mencapai Rp 30.000.000 per tahunnya. Sedangkan untuk tenaga honorer di SD Negeri 030409 ini menurut informasi ada 4 orang tenaga Honorer dan 10 orang lainnya ada guru berstatus PNS.
Menurut pengakuan Kepala Sekolah Tiarli Sihombing Kepada Wartawan, jumlah seluruh siswa di SD 030409 ada sebanyak 162 orang dan 2 orang dinyatakan sudah keluar hingga saat ini tinggal 160 orang, berbeda dengan pengakuan operator Sekolah saat ditemui, bahkan jumlah keseluruhan siswa hanya ada 158 siswa.