Dairi - Praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi dengan modus modifikasi Tangki kendaraan roda empat semakin marak terjadi di kabupaten Dairi. dugaan penimbunan BBM subsidi ini diduga mendapat dukungan penuh dari pihak SPBU 

Seperti temuan tim Wartawan kali ini, SPBU 14.222.236 , yang ada di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Satu unit Mobil Minibus kedapatan sedang melakukan pengisian BBM subsidi dengan nominal Rp 600.000.

Pengisian dengan nominal Rp 600.000 tersebut menimbulkan kecurigaan terhadap tim wartawan, dimana diketahui untuk jenis mobil minibus jenis Kijang Super, Pick up Carry hanya memiliki kapasitas tangki 40 an liter, dengan harga BBM subsidi pertalite Rp 10.000.

Ketika tim Wartawan mencoba bertanya langsung ke pemilik Mobil tersebut, pria yang mengaku Marga Brutu hanya mengatakan maaf kepada Wartawan, dan meminta tolong agar tidak diberitakan.

Untuk membuktikan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi ini, Tim wartawan yang sengaja memantau dari luar SPBU , dan benar mendapati Mobil minibus tersebut terlihat dua kali bolak balik untuk melakukan pengisian BBM subsidi dengan nominal melebihi kapasitas tangki. 

Para pelaku memodifikasi Tangki mobil mereka agar mampu menampung BBM dalam jumlah jauh lebih besar dari kapasitas standart, yang sangat merugikan masyarakat dan negara yang berhak atas subsidi tersebut. 

Modus operandi ini umum melibatkan mobil seperti jenis Mobil Kijang, Pic up, atau bahkan sedan yang kapasitas tangkinya diduga diubah, dari yang semula hanya sekitar 30-40 Liter menjadi 100 Liter, bahkan hingga hitungan ton dengan memasang tangki tambahan atau ( baby tank ) di bak belakang. 

Para pelaku biasanya mendatangi stasiun pengisian Bahan bakar umum(SPBU) berulang kali dalam sehari,Untuk mengelabui petugas, mereka sering menggunakan banyak kartu kendali atau barcode My Pertamina yang diduga palsu yang dibeli secara daring, dengan cara mengganti plat nomor kendaraan. 

Praktik penimbunan BBM subsidi ini sering menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM subsidi di lingkungan SPBU di Kabupaten Dairi, sehingga masyarakat sering mengeluh, dimana masyarakat harus rela membeli BBM dari pengecer dengan harga tinggi.