Medan - Institusi Kepolisian kembali menjadi sorotan serius Publik. Kepolisian yang sejatinya tempat Masyarakat untuk berlindung dari segala hal yang mengancam keselamatan Warga , kini menjadi pertanyaan bagi publik.

Manruan Sinaga ( 35 ) seorang pekerja jasa dari Perusahaan Obek Fidusia ( POJF ) mengaku menjadi korban kekerasan dilingkungan Polsek Sunggal, Wilayah Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara.

Peristiwa kekerasan yang dialami oleh Manruan ini terjadi pada hari Sabtul 25/10/25 sekira jam 13.00 Wib, dimana ketika itu Manruan Sinaga sedang menangani satu unit Kendaraan Fidusia yang diketahui telah hilang selama bertahun-tahun dari Capella Multi Finance.

Saat sedang dalam penanganan Kendaraan Fidusia tersebut terjadi , Manruan mengaku dibawa ke Polsek Sunggal. Setelah di wilayah Polsek Sunggal , Manruan mengaku mendapat perlakuan tidak wajar. Ia mengaku diseret kebelakang Kantor Polisi oleh sekelompok Pria yang mengaku dari Mabes Polri.

Bahkan yang lebih mengejutkan, salah satu dari Pria tersebut bermarga Sembiring secara terang-terangan meminta ijin kepada petugas jaga untuk melakukan kekerasan terhadap Manruan Sinaga.

“Ijin dulu bang, kami mau bawa dia kebelakang dan kami mau hajar dia, ucapnya menirukan ucapan pelaku.

Dengan pasrah tanpa perlawanan, Manruan dibawa kebelakang Kantor Polisi, manruan mengaku dipukuli secara bergantian menggunakan besi secara bergantian oleh sekelompok Pria tersebut.

Akibat penganiayaan yang dialami oleh Manruan, Ia mengaku babak belur dan mengalami luka luka menganga akibat penganiayaan yang dialami. Ia saat ini mengalami trauma hebat dengan perlakuan sekelompok Pria yang mengaku dari Mabes Polri.

“Saya tidak hanya dipukuli, saya dipermalukan ditempat yang seharusnya melindungi. Saya dengar informasi kalau pelaku adalah Ompong alias Iqbal yang juga pemain jual putus mobil bodong" ungkapnya.