Medan - Sebuah supermarket di kawasan Jalan Lintas Medan–Percut menjadi sorotan publik setelah keluhan seorang konsumen viral di media sosial. 

Konsumen mengaku mengalami pelayanan yang kurang profesional saat bertransaksi di kasir.

Dalam kronologi yang beredar, barang disebut langsung di-scan tanpa konfirmasi total harga. Saat diketahui uang tidak mencukupi, konsumen bermaksud membatalkan pembelian, namun ditolak dengan alasan transaksi tidak dapat dibatalkan. 

Kondisi diperparah dengan tidak adanya daftar harga pada rak, sehingga konsumen tidak mengetahui perubahan harga sebelum pembayaran.

“Harusnya ditanya dulu jadi beli atau tidak. Kalau dibilang totalnya Rp20 ribu, saya pasti minta cancel karena uang saya tidak cukup,” ungkap konsumen dengan nada kecewa.

Akibat kejadian tersebut, konsumen mengaku harus pulang terlebih dahulu untuk mengambil kekurangan uang, yang menurutnya sangat merepotkan dan menyita waktu.

"Di Rak tidak ada daftar harga aku tidak tau ada perubahan harga nah setelah di scan aku harus bayar ful uang ku menahan barang baseball dikasi struk harga pun belum keluar masak langsung bilang abg pulang aja dulu ambil uang udah banyak konsumen nipu katanya balek padahal enggak, kan jadi merumitkan pelayanannya," Keluh Junaedi. 

Akibatnya, konsumen mengaku harus pulang mengambil uang tambahan, yang dinilai merepotkan. Ia juga disebut sempat dilarang untuk membuat bukti kejadian.

Kasus ini semakin memanas setelah beredarnya pesan bernada ancaman yang dikirim melalui DM Instagram oleh akun RA yang diduga oknum pihak supermarket.